Goldman Melihat Tidak Ada Kelemahan Dolar Dalam Waktu Dekat

Priya Sharma
Priya SharmaMacro & FX Correspondent
5 Juli 2026
3 menit baca
Goldman Melihat Tidak Ada Kelemahan Dolar Dalam Waktu Dekat

Goldman Sachs telah memproyeksikan bahwa kelemahan dolar yang luas tidak mungkin kembali dalam waktu dekat, karena tekanan makroekonomi yang terus berlanjut dan dinamika suku bunga mendukung dolar yang lebih kuat. Pandangan ini muncul saat indeks dolar AS, yang mengukur kinerja dolar terhadap sekeranjang mata uang, berada di sekitar 105, mencerminkan posisinya yang tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Indeks Dolar Tetap Kuat di Tengah Fluktuasi Pasar

Indeks dolar AS telah menunjukkan stabilitas yang luar biasa, baru-baru ini ditutup di 105. Level ini menunjukkan pemulihan signifikan dari titik terendah sebelumnya di tahun 2023, ketika kekhawatiran tentang inflasi dan kenaikan suku bunga Fed sangat besar. Goldman melihat kekuatan yang berkelanjutan ini berasal dari kombinasi faktor, termasuk suku bunga yang lebih tinggi di AS dibandingkan dengan ekonomi maju lainnya.

Dengan Federal Reserve mempertahankan sikap hawkish, data terbaru menunjukkan bahwa bank sentral mungkin tidak akan beralih ke pemotongan suku bunga secepat yang diperkirakan oleh beberapa pelaku pasar. Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi yang persisten, yang tetap di atas target 2%. Lingkungan ini menarik investor internasional, mendukung dolar yang lebih kuat.

EUR/USD Berjuang untuk Mendapatkan Traksi di Bawah 1.05

Paket mata uang EUR/USD, saat ini trading di sekitar 1.05, menghadapi tantangan karena kebijakan moneter yang kontras antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Fed. Goldman melihat euro berjuang melawan dolar karena ECB telah mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat dibandingkan dengan rekan-rekannya di AS. Dengan inflasi di Zona Euro tetap menjadi perhatian, ECB mungkin enggan mengambil tindakan drastis.

Laporan terbaru menunjukkan tingkat inflasi UE berada di sekitar 5,3% untuk bulan September, yang memberikan tekanan tambahan pada ECB untuk bertindak tegas. Namun, langkah apa pun mungkin tidak cukup untuk menyamai kenaikan suku bunga agresif Fed, menimbulkan pertanyaan tentang daya saing euro terhadap dolar yang lebih kuat.

Harga Komoditas Terpengaruh oleh Fluktuasi Mata Uang

Goldman melihat implikasi dari dolar yang kuat meluas ke harga komoditas, terutama emas. Seiring dengan menguatnya dolar, harga emas cenderung berjuang, mengingat bahwa komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor asing. Saat ini, emas diperdagangkan sekitar $1,865 per ons, turun hampir 8% dari puncaknya lebih awal tahun ini.

Hubungan antara dolar dan emas tetap signifikan. Selama Fed mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi, emas mungkin terus menghadapi tekanan turun. Dalam konteks ketidakpastian geopolitik dan permintaan yang berfluktuasi, para trader perlu memantau dengan cermat baik harga dolar maupun emas untuk menavigasi potensi pergerakan pasar secara efektif.

Sentimen Pasar dan Prospek Masa Depan

Melihat ke depan, para trader harus memperhatikan pertemuan Federal Reserve berikutnya yang dijadwalkan pada akhir Oktober, di mana sinyal apa pun mengenai kebijakan suku bunga di masa depan dapat mempengaruhi trajektori dolar. Ketahanan dolar akan bergantung pada rilis data ekonomi dan perkembangan geopolitik yang mempengaruhi aliran trading global.

Pandangan Goldman menunjukkan rezim dolar yang kuat yang berkelanjutan yang dapat membentuk berbagai trading mata uang dan komoditas dalam beberapa bulan mendatang.

Priya Sharma
Ditulis oleh
Priya Sharma
Macro & FX Correspondent

Priya covers central bank divergence, inflation trends, and their impact on major currency pairs. With an MSc in International Finance from LSE, she brings academic rigor to market commentary.

190+Artikel
11+Tahun Pengalaman