Pasar China Melonjak Saat Yuan Menguat

Priya Sharma
Priya SharmaMacro & FX Correspondent
7 Juli 2026
2 menit baca
Pasar China Melonjak Saat Yuan Menguat

Pasar saham China menyimpang tajam dari tren global minggu ini, dengan Indeks Komposit Shanghai melonjak sebesar 3,4%, sementara indeks utama Eropa dan AS datar. Investor memanfaatkan kesempatan ini, dengan aliran modal asing ke ekuitas China meningkat sebesar 17% hanya dalam tiga hari. Perubahan ini menandai momen penting dalam analysis china, karena perubahan kebijakan domestik dan sinyal ekonomi menarik minat baru dari trader global.

USD/CNY Menyentuh 7.10 Saat Yuan Menguat

Yuan China menguat terhadap dolar AS, dengan USD/CNY turun ke 7.10, level yang belum terlihat sejak awal September. Pemulihan ini mengikuti komitmen Bank Rakyat China (PBoC) untuk mempertahankan mata uang yang stabil meskipun ada tekanan eksternal. Trader mengamati bahwa pemotongan suku bunga terbaru dari bank sentral yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan telah mulai memberikan hasil positif.

Investor Asing Meningkatkan Investasi di A-Shares

Investasi asing di A-shares melonjak setelah pengumuman langkah-langkah baru liquidity dari PBoC. Pembelian bersih melebihi 25 miliar yuan ($3,5 miliar) dalam satu hari, menandai aliran harian tertinggi dalam lebih dari sebulan. Prospek keselarasan kebijakan menuju pemulihan ekonomi telah memperbarui kepercayaan di kalangan investor internasional.

Indikator Ekonomi China Menunjukkan Janji

Data ekonomi terbaru, termasuk peningkatan 5% dalam output industri untuk bulan Agustus, berdiri kontras dengan laju pertumbuhan yang lesu dari ekonomi Barat. Analis menginterpretasikan ini sebagai tanda pemulihan, menunjukkan bahwa China mulai keluar dari stagnasi yang terlihat di pasar lain. Analysis china yang positif ini menunjukkan bahwa fokus pemerintah pada infrastruktur dan manufaktur mungkin mulai membuahkan hasil.

Komoditas Menguat di Tengah Pemulihan China

Trader komoditas bereaksi positif, dengan harga tembaga naik sebesar 8% setelah berita tentang meningkatnya permintaan dari China. Emas juga mengalami lonjakan, mencapai $1.950 per ons saat investor mencari tempat aman di tengah pasar yang berfluktuasi di tempat lain. Dengan aktivitas industri China yang meningkat, trader komoditas optimis tentang permintaan yang berkelanjutan, terutama untuk logam yang penting bagi konstruksi dan manufaktur.

Seiring China melanjutkan penyesuaian ekonominya, angka GDP yang akan datang untuk Q3 akan sangat penting untuk menilai apakah momentum ini dapat bertahan. Trader akan mengamati dengan cermat untuk melihat apakah kebijakan PBoC secara efektif mendukung pertumbuhan jangka panjang dan bagaimana level USD/CNY bereaksi mendekati 7.10.

Priya Sharma
Ditulis oleh
Priya Sharma
Macro & FX Correspondent

Priya covers central bank divergence, inflation trends, and their impact on major currency pairs. With an MSc in International Finance from LSE, she brings academic rigor to market commentary.

190+Artikel
11+Tahun Pengalaman