Menurut data terbaru, Binance tersedia di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, meskipun beberapa wilayah memiliki pembatasan layanan karena alasan regulasi. Di Afrika, salah satu negara yang memiliki akses ke layanan Binance adalah Afrika Selatan.
Di kawasan Amerika, Binance digunakan di berbagai negara seperti Argentina, Peru, Meksiko, Kolombia, Chili, dan Brasil. Di wilayah Asia dan Pasifik, layanan Binance tersedia di negara-negara seperti Afghanistan, Kamboja, Australia, India, Indonesia, Mongolia, Myanmar, Jepang, Kazakhstan, Selandia Baru, Filipina, Vietnam, Taiwan, dan Pakistan. Sementara itu, di Eropa Binance dapat diakses di sejumlah negara termasuk Bulgaria, Prancis, Republik Ceko, Hungaria, Yunani, Latvia, Italia, Polandia, Rumania, Portugal, Slovakia, Rusia, Spanyol, Slovenia, Swiss, Ukraina, dan Turki. Di kawasan Timur Tengah, layanan Binance tersedia di negara seperti Israel, Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Untuk pengguna di Amerika Serikat, Binance menyediakan platform terpisah yaitu Binance.US yang beroperasi sesuai dengan regulasi setempat. Platform ini memiliki beberapa perbedaan fitur dibandingkan dengan versi global Binance.
Mengenai perbedaan regional, Binance menawarkan beberapa versi layanan. Pengguna global dapat mengakses platform melalui situs resmi Binance, sementara pengguna di Amerika Serikat menggunakan Binance.US. Di Indonesia sendiri, akses ke situs Binance terkadang mengalami pembatasan karena platform ini belum terdaftar secara resmi sebagai penyelenggara perdagangan aset kripto.
Namun demikian, Binance juga memiliki hubungan kerja sama dengan beberapa perusahaan kripto lokal, termasuk Tokocrypto. Selain itu, Binance juga menyediakan berbagai kanal komunikasi resmi, termasuk saluran komunitas di platform seperti WhatsApp yang ditujukan untuk wilayah tertentu seperti Afrika, Arab, Argentina, Brasil, dan kawasan Amerika Latin (LATAM).
Mengenai persyaratan KYC, Binance mewajibkan proses verifikasi identitas bagi penggunanya sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi global. Proses KYC ini bertujuan untuk membantu mencegah pencucian uang dan aktivitas keuangan ilegal lainnya. Jika pengguna tidak menyelesaikan proses verifikasi KYC, akun mereka dapat dikenakan pembatasan sehingga tidak dapat melakukan pembelian, penjualan, maupun trading di platform.